Tampilkan postingan dengan label silabus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label silabus. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Januari 2017

Download Silabus Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP/MTs Kelas VII, VII & IX Kurikulum 2013 Edisi Januari 2017

Salam Dapodik News. 
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti merupakan pendidikan yang ditujukan untuk dapat menserasikan, menselaraskan dan menyeimbangkan antara iman, Islam, dan ihsan yang diwujudkan dalam:
  • Membentuk insan Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Swt. serta berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur (Hubungan insan dengan Tuhan Swt.)
  • Menghargai, menghormati dan mengembangkan potensi diri yang berlandaskan pada nilai-nilai keimanan dan ketakwaan (Hubungan insan dengan diri sendiri).
  • Menjaga kedamaian dan kerukunan kekerabatan inter dan antar umat beragama serta menumbuhkembangkan etika mulia dan logika pekerti luhur (Hubungan insan dengan sesama).
  • Penyesuaian mental keislaman terhadap lingkungan fisik dan sosial (Hubungan insan dengan lingkungan alam).
Berdasarkan pada prinsip tersebut maka Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dikembangkan dengan memperhatikan nilai-nilai Islam rahmatan lilalamin yang mengedepankan prinsip-prinsip Islam yang humanis, toleran, demokratis, dan multikultural

Sebelum melaksanakan pembelajaran di sekolah terlebih dahulu guru harus memiliki Perencanaan pembelajaran, dimana Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada Standar Isi. Perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran dan penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian pembelajaran, dan skenario pembelajaran. Penyusunan Silabus dan RPP disesuaikan pendekatan pembelajaran yang digunakan dimana silabus merupakan teladan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap materi kajian mata pelajaran. 

Silabus untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti merupakan teladan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran supaya siswa bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan sehari-hari. Upaya peningkatan keimanana dan ketakwaan tersebut dilakukan dengan memperhatikan nilai-nilai Islam rahmatan lilalamin yang

Silabus Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti (PAI & BP)  disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Penyederhanaan format dimaksudkan supaya penyajiannya lebih efisien, tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence) materi dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah diajarkan oleh guru (teachable); mudah dipelajari oleh siswa (learnable); terukur pencapainnya (measurable), dan bermakna untuk dipelajari (worth to learn) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan siswa.
Adapun ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pada Sekolah Dasar meliputi:
a. Al-Quran dan Hadis 
b. Keimanan
c. Akhlak 
d. Fiqh
e. Sejarah Peradaban Islam

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan saintifik (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan). Di samping itu, pembelajaran juga dapat dilakukan dengan banyak sekali macam model dan pendekatan sesuai dengan karakteristik materi yang dibelajarkan dan kompetensi yang akan dicapai. pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dapat dilaksanakan dengan menggunakan banyak sekali metode dan taktik yang sempurna dengan tetap memperhatikan nilai-nilai agama.

Bagi sobat guru yang belum memiliki silabus mata pelajaran PAI & BP edisi terbaru 29 - 01- 2017kurikulum 2013 berikut ini kami sajikan untuk anda silahkan sobat unduh pada link yang tersedia dibawah ini

Sumber https://roda-pendidikan.blogspot.com/
Sumber http://roda-pendidikan.blogspot.com

Minggu, 15 Januari 2017

Download Silabus PPKn SMP/MTs Kelas VII, VIII & IX Kurikulum 2013 Edisi Januari 2017

Salam Dapodik News. 
Mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) memiliki visi dan misi mengembangkan siswa menjadi warga negara yang baik yang memiliki rasa pujian terhadap Negara Indonesia, cinta tanah air, jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi di lingkungan rumah, sekolah, dan sekitarnya serta berbangsa dan bernegara. 

Pembelajaran PPKn dirancang sebagai wahana untuk mengembangkan keterampilan masa ke-21 (The 21st Century Skills) supaya para guru PPKn menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola dan mengembangkan pembelajarannya. 

dimana Kompetensi Dasar PPKn disusun sesuai dengan Kompetensi Inti tiap kelas. Kompetensi inti dirancang seiring dengan meningkatnya usia siswa pada kelas tertentu. Melalui kompetensi inti, integrasi vertikal banyak sekali KD pada kelas yang berbeda dapat dijaga. Rumusan kompetensi inti menggunakan notasi antara lain adalah sebagai berikut:
  1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual;
  2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial;
  3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan; dan
  4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan 
Untuk Rumusan Kompetensi Dasar ini dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik siswa, kemampuan awal, dan ciri khas mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. 

Pengorganisasian ruang lingkup materi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dikembangkan sesuai dengan prinsip mendalam dan meluas, mulai dari jenjang SD/MI hingga dengan jenjang SMA/MA/SMK/MAK. 

Kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah disusun dengan ruang lingkup sebagai berikut: 
  1. Pancasila, sebagai dasar negara, ideologi nasional, dan pandangan hidup bangsa. 
  2. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai hukum dasar  tertulis yang menjadi landasan konstitusional kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 
  3. Bhinneka Tunggal Ika, sebagai wujud filosofi kesatuan dalam keberagaman yang melandasi dan mewarnai harmoni kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 
  4. Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagai janji selesai bentuk negara Republik Indonesia. 
Sebelum melakukan pembelajaran dikelas terlebih dahulu guru harus memiliki Perencanaan pembelajaran dimana Perencanaan pembelajaran  dirancang dalam bentuk Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada Standar Isi. 

dimana perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran dan penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian pembelajaran, dan skenario pembelajaran. Penyusunan Silabus dan RPP diubahsuaikan pendekatan pembelajaran yang digunakan. Silabus merupakan tumpuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap materi kajian mata pelajaran

Silabus untuk mata pelajaran PPKn di SMP/MTs disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana supaya mudah dipahami dan dilaksanakan guru dengan tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence) materi dan kompetensinya. Prinsip penyusunan silabus antara lain mudah diajarkan/dikelola oleh guru (teachable); mudah dipelajari oleh siswa (learnable); terukur pencapaiannya (measurable assessable), dan bermakna untuk dipelajari (worth to learn) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan siswa. 

Kegiatan pembelajaran pada silabus PPKn  dapat diubahsuaikan dan diperkaya dengan konteks daerah/sekolah dan konteks global untuk mencapai kualitas optimal hasil mencar ilmu siswa. Kontekstualisasi pembelajaran tersebut supaya siswa tetap berada pada budayanya, mengenal dan mencintai alam serta sosial di sekitarnya, dan dengan perspektif global sekaligus menjadi pewaris bangsa, sehingga akan menjadi generasi tangguh dan berbudaya Indonesia. 

Dalam konteks pembelajaran PPKn, lingkungan (alam, sosial, budaya, dan spiritual) merupakan kelas global yang terbuka (open global classroom) yang berfungsi sebagai sumber belajar. Oleh sebab itu guru PPKn harus selalu berupaya untuk memanfaatkan lingkungan dalam rangka memberikan pengalaman mencar ilmu (learning experience) siswa dengan memberikan peran mencar ilmu (learning task) yang digali dari lingkungan mencar ilmu dengan prinsip semakin meluas, misalnya: karyawisata/studiwisata, dan proyek mencar ilmu kewarganegaraan.

Bagi sahabat guru yang belum memiliki silabus mata pelajaran PPKn Kelas VII, VIII & IX edisi terbaru 29 - 01- 2017 kurikulum 2013 berikut ini kami sajikan untuk anda, silahkan sahabat unduh pada link yang tersedia dibawah ini

Download Silabus PPKn SMP/MTs Kelas VII, VII & IX Kurikulum 2013 Edisi Januari 2017 disini

Sumber https://roda-pendidikan.blogspot.com/
Sumber http://roda-pendidikan.blogspot.com

Jumat, 13 Januari 2017

Download Silabus Matematika Kelas VII, VIII & IX Kurikulum 2013 Edisi Terbaru 2017

Salam Dapodik News. 
Silabus merupakan rujukan bagi guru dalam merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran agar siswa memiliki kecakapan atau kemahiran matematika sebagai belahan dari kecakapan hidup yang harus dimiliki siswa

Silabus mata pelajaran Matematika SMP/MTs disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru

Pengembangan kompetensi matematika diarahkan untuk meningkatkan kecakapan hidup (life skill), terutama dalam membangun penalaran, komunikasi, dan pemecahan problem (problem solving). Selain itu, pengembangan kompetensi matematika juga menekankan kemahiran atau keterampilan menggunakan perangkat teknologi untuk melaksanakan perhitungan teknis (komputasi) dan penyajian dalam bentuk gambar dan grafik (visualisasi), yang penting untuk mendukung keterampilan lainnya yang bersifat keterampilan lintas disiplin ilmu dan keterampilan yang bersifat nonkognitif serta pengembangan nilai, norma dan susila (soft skill).

Pembelajaran Matematika menggunakan pendekatan saintifik yang dapat diperkuat dengan model-model pembelajaran, antara lain: Model Pembelajaran Kooperatif; Pembelajaran Kontekstual; Model Discovery Learning; Project-Based Learning; dan Problem-Based Learning.

Dimana pendekatan saintifik diubahsuaikan dengan materi yang ada pada mata pelajaran matematika untuk mengembangkan pengetahuan, kemampuan berpikir, dan keterampilan melalui interaksi eksklusif dengan sumber mencar ilmu yang dirancang dalam silabus dan RPP. 

Dalam pembelajaran, siswa melaksanakan kegiatan mencar ilmu mengamati kejadian, peristiwa, situasi, pola, fenomena yang terkait dengan matematika dan mulai dikenalkan pemodelan matematika dalam berbagai bentuk; menanya atau mempertanyakan mengapa atau bagaimana fenomena bisa terjadi; mengumpulkan atau menggali informasi melalui mencoba, percobaan, mengkaji, mendiskusikan untuk mendalami konsep yang terkait dengan fenomena tersebut; serta melaksanakan asosiasi atau menganalisis secara kritis dalam menjelaskan keterkaitan antar konsep dan menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur/algoritma yang sesuai, menyusun kecerdikan sehat dan generalisasi, dan mengkomunikasikan apa yang sudah ditemukannya dalam kegiatan analisis.

Dalam pembelajaran matematika hal yang perlu ditekankan.
  1. Aktivitas mencar ilmu di bawah bimbingan guru maupun mampu berdiri diatas kaki sendiri dengan menggunakan konsep dan prosedur secara benar dan sistematis dengan mementingkan pemahaman daripada hanya mengingat prosedur.
  2. Melatih kemampuan berpikir untuk membuat generalisasi dari fakta, data, fenomena yang ada.
  3. Melatih keterampilan melaksanakan manipulasi matematika untuk menyelesaikan masalah.
  4. Melatih keterampilan kecerdikan sehat matematika. e. Pembelajaran berbasis pemecahan masalah.
Kegiatan pembelajaran pada silabus mata pelajaran Matematika dapat diperkaya sesuai dengan sumber daya yang ada di daerah/sekolah dan siswa

Pembelajaran harus sesuai dengan perkembangan teknologi, maka dalam pembelajaran seyogianya juga dapat menggunakan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sarana, sumber belajar, maupun alat pembelajaran.

Pemanfaatan buku teks pelajaran tetap dibutuhkan untuk merangsang minat baca dan meningkatkan kreativitas siswa. Terkait dengan revisi kurikulum penggunaan buku teks yang sudah tersedia dapat digunakan dengan menyesuaikan urutan dan kalau perlu tambahan materi, guru dapat membuat suplemen. Lembar kerja (LKS) sedapat mungkin disusun oleh guru dengan memberi peluang kreativitas siswa terlibat dalam merancang prosedur kegiatan

Sebelum melaksanakan pembelajaran dikelas terlebih dahulu guru harus memiliki Perencanaan pembelajaran dimana Perencanaan pembelajaran  dirancang dalam bentuk Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada Standar Isi. 

Perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran dan penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian pembelajaran, dan skenario pembelajaran. Penyusunan Silabus dan RPP diubahsuaikan pendekatan pembelajaran yang digunakan. Silabus merupakan rujukan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap materi kajian mata pelajaran

Bagi sahabat guru yang belum memiliki silabus mata pelajaran Matematika Kelas VII, VIII & IX edisi terbaru edisi 29 - 01- 2017 kurikulum 2013 berikut ini kami sajikan untuk anda, silahkan sahabat unduh pada link yang tersedia dibawah ini
Download Silabus Matematika Kelas VII, VIII & IX Kurikulum 2013 Edisi Terbaru 2017

Sumber https://roda-pendidikan.blogspot.com/
Sumber http://roda-pendidikan.blogspot.com

Rabu, 11 Januari 2017

Download Silabus Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas VII, VIII & IX Kurikulum 2013 Edisi Terbaru 2017

Salam Dapodik News. 
Pembelajaran yakni proses interaksi antar penerima didik, antara penerima didik dengan guru dan sumber mencar ilmu pada suatu lingkungan belajar. Dalam proses pembelajaran, guru memiliki tugas yang sangat penting dalam menunjukkan materi pelajaran

Keberhasilan proses pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di samping dipengaruhi oleh keaktifan penerima didik dalam proses pembelajaran, sarana dan prasarana yang mendukung, juga dipengaruhi oleh kompetensi dan profesionalisme guru dalam mengajar. Guru yang profesional dituntut untuk bisa menerapkan dan melakukan proses pembelajaran dengan baik, sesuai dengan Kurikulum 2013. Dalam proses pembelajaran, guru memiliki tugas penting, bahkan menempati posisi kunci berhasil atau tidaknya proses pembelajaran tersebut. Adapun tugas guru dalam pembelajaran, yakni sebagai pengajar, pendidik, pembimbing, pelatih, penasehat, pembaharu, teladan, pribadi, pendorong kreativitas, pembangkit pandangan, pekerja rutin, pembawa cerita, peneliti, aktor, emansipator, inovator, motivator dan dinamisator, mediator, fasilitator, evaluator, dan penguat
Kerangka Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti mengacu pada berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58 Tahun 2014 perihal Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah. Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti yang tertuang dalam Kompetensi Inti 3 (KI-3) harus diimplementasikan dalam kompetensi Inti 4 (KI4) diubahsuaikan dengan materi pembelajaran yang diajarkan di setiap jenjang sesuai dengan silabus Kurikulum 2013.

Dalam Pendidikan Agama Hindu, taktik pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi perihal rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang mengacu pada Standar Isi. Perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan RPP, penyiapan media, dan sumber belajar, perangkat penilaian pembelajaran meliputi penilaian otentik penilaian diri penilaian berbasis portofolio, ulangan harian, ulangan tengah semester dan ulangan tanggapan semester serta ujian tingkat kompetensi. Penyusunan Silabus dan RPP diubahsuaikan dengan pendekatan pembelajaran yang digunakan.

Silabus merupakan teladan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap materi kajian mata pelajaran, Silabus digunakan sebagai teladan dalam pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran. 

Silabus ini disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Penyederhanaan format dimaksudkan biar penyajiannya lebih efisien, tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence) materi dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah diajarkan oleh guru (teachable); mudah dipelajari oleh siswa (learnable); terukur pencapainnya (measurable), dan bermakna untuk dipelajari (worth to learn) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan siswa

Bagi sahabat guru yang belum memiliki silabus mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas VII, VIII & IX edisi terbaru edisi 29 - 01- 2017 kurikulum 2013 berikut ini kami sajikan untuk anda, silahkan sahabat unduh pada link yang tersedia dibawah ini

Download Silabus Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas VII, VIII & IX Kurikulum 2013 Edisi Terbaru 2017

Sumber https://roda-pendidikan.blogspot.com/
Sumber http://roda-pendidikan.blogspot.com

Senin, 09 Januari 2017

Download Silabus Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas VII, VIII & IX Kurikulum 2013 Edisi Terbaru 2017

Salam Dapodik News. 
Dalam pendidikan agama Buddha, pendidikan diartikan suatu hal yang dilatih untuk menghasilkan kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan sesuai dengan aliran agama Buddha. Dalam melaksanakan pendidikan pasti memiliki tujuan, baik tujuan dalam menjalankan hidup maupun tujuan dari pendidikan agama Buddha itu sendiri.

Pendidikan dalam agama Buddha didasarkan pada empat kebenaran mulia (cattāriariya saccāni), ialah mengidentifikasi adanya dukkha, sebab dukkha, terhentinya dukkha, dan jalan terhentinya dukkha. Dari rumusan ini Buddha menawarkan petunjuk bagaimana sebaiknya mengatasi persoalan secara sistematis. Mengatasi persoalan secara sistematis menawarkan ada suatu nilai pendidikan, ialah dari mengidentifikasiadanya penderitaan, asal penderitaan,terhentinya penderitaan dapat dihasilkan pengalaman mengatasi penderitaan. 

Pengalaman mengatasi penderitaan ini, bisa diartikan sebagai ilmu atau pengalaman gres dari proses pembelajaran mengatasi penderitaan. Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti dilakukan dalam rangka mencapai kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan. 

Sikap spiritual dan sikap sosial dikembangkan melalui kegiatan pembelajaran pribadi (direct teaching) maupun tidak pribadi (indirect teaching). 

Silabus Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti  merupakan tumpuan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran biar siswa bisa memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai dengan aliran Buddha. Silabus ini disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Penyederhanaan format dimaksudkan biar penyajiannya lebih efisien, tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence) bahan dan kompetensinya. 

Penyusunan silabus Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti dilakukan dengan prinsip keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah diajarkan oleh guru (teachable); mudah dipelajari oleh siswa (learnable); terukur pencapainnya (measurable), dan bermakna untuk dipelajari (worth to be learned) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan siswa. 

Silabus ini bersifat fleksibel, kontekstual, dan menawarkan kesempatan kepada guru untuk berbagi dan melaksanakan pembelajaran, serta mengakomodasi keunggulan-keunggulan lokal. Atas dasar prinsip tersebut, komponen silabus mencakup kompetensi dasar, bahan pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran. 

Uraian pembelajaran yang terdapat dalam silabus merupakan alternatif kegiatan yang dirancang berbasis aktivitas. Pembelajaran tersebut merupakan alternatif dan inspiratif sehingga guru dapat berbagi banyak sekali model yang sesuai dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran. Dalam melaksanakan silabus ini guru diperlukan kreatif dalam pengembangan materi, pengelolaan proses pembelajaran, penggunaan metode dan model pembelajaran, yang diubahsuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat serta tingkat perkembangan kemampuan siswa.

Bagi sahabat guru yang belum memiliki silabus mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas VII, VIII & IX edisi terbaru edisi 29 - 01- 2017 kurikulum 2013 berikut ini kami sajikan untuk anda, silahkan sahabat unduh pada link yang tersedia dibawah ini

Download Silabus Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas VII, VIII & IX Kurikulum 2013 Edisi Terbaru 2017

Sumber https://roda-pendidikan.blogspot.com/
Sumber http://roda-pendidikan.blogspot.com

Sabtu, 07 Januari 2017

Download Silabus Pendidikan Agama Nasrani dan Budi Pekerti Kelas VII, VIII & IX Kurikulum 2013 Edisi Terbaru 2017

Salam Dapodik News. 
Pada hakikatnya pengembangan Kurikulum 2013 yaitu upaya yang dilakukan melalui salah satu elemen pendidikan, yaitu kurikulum untuk memperbaiki kualitas hidup dan kondisi sosial bangsa Indonesia secara lebih luas. Jadi, pengembangan kurikulum 2013 tidak hanya berkaitan dengan dilema kualitas pendidikan saja, melainkan kualitas kehidupan bangsa Indonesia secara umum.

Di bidang Pendidikan Agama Nasrani (PAK), perubahan ini sejalan dengan arah perubahan Pendidikan Agama Nasrani yang bersifat dogmatis indoktrinatif menjadi Pendidikan Agama Nasrani yang membebaskan siswa untuk menyebarkan kreativitas berpikir, kemerdekaan dalam bersikap dan bertindak sesuai dengan isi anutan iman kristiani.Dengan demikian, mengasah kecerdasan siswa, antara lain dalam memperteguh iman kepada Tuhan Allah, mempunyai kedamaian batin, memiliki akal pekerti luhur, menghormati serta menghargai semua insan dengan segala persamaan dan perbedaannya termasuk sikap baiklah untuk tidak setuju.

Perubahan mencolok yang terjadi dalam isi kurikulum Pendidikan Agama Nasrani yaitu isi kurikulum yang bersifat holistik dari KI-1 hingga dengan KI-4 dimana membentuk siswa sebagai insan utuh yang tidak terpilah-pilah dalam tiap ranah (kognitif, sikap dan ketrampilan). Perubahan lainnya yaitu isi kurikulum dan pembelajaran yang bersifat dogmatis indoktrinatif berkembang menjadi “life center” dan membebaskan atau memerdekakan siswa untuk menyebarkan kemerdekaan berpikir serta bereksplorasi. Pada kurikulum ini rumusan KI-1 dan KI-2 membentuk siswa secara utuh sebagai insan terdidik bukan hanya dari segi pengetahuan namun nampak melalui sikap terhadap sesame dan Tuhan

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 wacana pendidikan agama dan pendidikan keagamaan, disebutkan bahwa: pendidikan agama berfungsi membentuk insan Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia dan bisa menjaga kedamaian dan kerukunan korelasi inter dan antar umat beragama (Pasal 2 ayat 1). Selanjutnya disebutkan bahwa pendidikan agama bertujuan menyebarkan kemampuan siswa dalam memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai agama yang menyerasikan penguasaannya dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (Pasal 2 ayat 2).

Isi kurikulum pada Jenjang SMP merupakan kombinasi dari doktrin dan aplikasinya dalam kehidupan. Isi kurikulum di SMP merupakan pendalaman dari pembahasan yang sudah dimulai pada jenjang SD. Benang merah kurikulum SD dan SMP faktual dalam pembahasan ulang topik-topik yang sudah ada tetapi dikembangkan secara substansial dan lebih mendalam lagi sesuai dengan perkembangan usia serta kebutuhan siswa.

dimana endidikan Agama Nasrani (PAK) di sekolah disajikan dalam dua ruang lingkup, yaitu Yang Mahakuasa Tritunggal dan karya- Nya, dan Nilai-nilai kristiani. Pengertian Yang Mahakuasa Tri Tunggal yaitu Yang Mahakuasa sebagai Pencipta, pemelihara, pembebas melalui Yesus Kristus dan Pembaharu melalui Roh Kudus. Secara holistik, pengembangan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pendidikan Agama Nasrani pada pendidikan Dasar dan Menengah mengacu pada iktikad wacana Yang Mahakuasa dan karya-Nya. Pemahaman terhadap Yang Mahakuasa dan karya-Nya harus tampak dalam nilai-nilai kristiani yang dapat dilihat dalam kehidupan keseharian siswa. Inilah dua ruang lingkup yang ada dalam seluruh materi pembelajaran Pendidikan Agama Nasrani dari SD hingga SMA/SMK. 

Dalam kurikulum Pendidikan Agama Nasrani 2013, rumusan Kompetensi Dasar diupayakan menghantar siswa untuk memahami nilai-nilai agama yang bersentuhan dengan realitas kehidupan. Berbagai informasi kontemporer yang dihadapi oleh masyarakat masa kini, maupun oleh anak- anak dan berakal balig cukup akal dibahas dari sisi anutan Alkitab. Nilai-nilai agama yang lahir dari anutan iman Nasrani berperan sebagai cahaya yang menerangi setiap sudut kehidup an.Berdasarkankerangka pikir tersebut, maka pembelajaran Pendidikan Agama Nasrani di sekolah diperlukan bisa menghasilkan sebuah proses transformasi pengetahuan, nilai dan sikap.

Ada dua pendekatan pembelajaran yaitu pendekatan yang berpusat pada guru dan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pendekatan yang berpusat pada guru (teacher centered) dimana guru cenderung mendominasi proses pembelajaran sedangkan siswa lebih pasif. Pendekatan yang berpusat pada siswa (student centered) cenderung memberi ruang yang seluas-luasnya pada siswa untuk menyebarkan kemerdekaan berpikir dan kreativitasnya. Dalam Kurikulum 2013 pendekatan yang dianjurkan yaitu pendekatan yang berpusat pada siswa.

Silabus merupakan rujukan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap materi kajian mata pelajaran, Silabus digunakan sebagai rujukan dalam pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran.

Silabus ini disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Penyederhanaan format dimaksudkan semoga penyajiannya lebih efisien, tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence) materi dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah diajarkan oleh guru (teachable); mudah dipelajari oleh siswa (learnable); terukur pencapainnya (measurable), dan bermakna untuk dipelajari (worth to learn) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan siswa

Bagi sahabat guru yang belum memiliki silabus mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas VII, VIII & IX edisi terbaru edisi 29 - 01- 2017 kurikulum 2013 berikut ini kami sajikan untuk anda, silahkan sahabat unduh pada link yang tersedia dibawah ini

Download Silabus Pendidikan Agama Nasrani dan Budi Pekerti Kelas VII, VIII & IX Kurikulum 2013 Edisi Terbaru 2017

Sumber https://roda-pendidikan.blogspot.com/
Sumber http://roda-pendidikan.blogspot.com

Kamis, 05 Januari 2017

Download Silabus IPA Kelas VII, VIII & IX Kurikulum 2013 Edisi Terbaru 2017

Salam Dapodik News. 
Ilmu Pengetahuan Alam atau sains ialah upaya sistematis untuk menciptakan, membangun, dan mengorganisasikan pengetahuan wacana gejala alam. Upaya ini berawal dari sifat dasar insan yang penuh dengan rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu ini kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan dalam rangka mencari penjelasan yang paling sederhana namun akurat dan konsisten untuk menjelaskan dan memprediksi gejala-gejala alam. 

Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dibelajarkan semenjak SD/MI sampai SMA/MA. Pada jenjang SD/MI Kelas I, II, dan III (kelas rendah) muatan sains diintegrasikan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, sedangkan di Kelas IV, V, dan VI (kelas tinggi) Ilmu Pengetahuan Alam menjadi mata pelajaran yang berdiri sendiri tetapi pembelajarannya menerapkan pembelajaran tematik terpadu. Mata pelajaran

Ilmu Pengetahuan Alam di SMP/MTs menerapkan pembelajaran sains terpadu. Di tingkat SMA/MA Ilmu Pengetahuan Alam disajikan sebagai mata pelajaran yang spesifik yang terbagi dalam mata pelajaran Fisika, Kimia, dan Biologi.

Kurikulum 2013 membuatkan dua proses pembelajaran yaitu proses pembelajaran pribadi dan proses pembelajaran tidak langsung. Proses pembelajaran pribadi ialah proses pembelajaran yang membuatkan pengetahuan, kemampuan berpikir dan keterampilan psikomotorik siswa melalui interaksi pribadi dengan sumber berguru yang dirancang dalam silabus dan RPP berupa pembelajaran berbasis aktivitas. Karakteristik pembelajaran berbasis jadwal meliputi:
  • Interaktif dan inspiratif;
  • Menyenangkan, menantang, dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif.
  • Kontekstual dan kolaboratif.
  • Memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian siswa.
  • Sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa.
Kerangka pengembangan Kompetensi Dasar (KD) Ilmu Alam mengacu pada Kompetensi Inti (KI) sebagai unsur pengorganisasi KD secara vertikal dan horizontal. Organisasi vertikal KD berupa keterkaitan KD antar-kelas harus memenuhi prinsip belajar, yaitu terjadi suatu akumulasi yang berkesinambungan antar-kompetensi. Organisasi horizontal berupa keterkaitan antara KD suatu mata pelajaran dengan KD mata pelajaran lain dalam tingkat kelas yang sama sehingga terjadi proses saling memperkuat dan memperkaya. Semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai KI

Perumusan Kompetensi Dasar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam pada SMP/ MTs, selain menggunakan Kompetensi IPA secara umum, juga menggunakan pertimbangan kompetensi yang dapat dicapai siswa setelah berguru Ilmu Pangetahuan Alam. Kompetensi tersebut adalah:
  1. Menjalani kehidupan dengan sikap positif, jujur dan terbuka; dengan daya pikir kritis, kreatif, dan inovatif; serta berkolaborasi, berdasarkan hakekat ilmu alam
  2. Memahami fenomena alam di sekitarnya, berdasarkan hasil pembelajaran ilmu alam secara terpadu melalui bidang-bidang spesifiknya yaitu Fisika, Kimia dan Biologi
  3. Mengevaluasi produk pemikiran yang ada di tengah masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip ilmu alam dan etika
  4. Menyelesaikan problem dan mengambil keputusan dalam kehidupan berdasarkan prinsip-prinsip ilmiah dan etika
  5. Mengenali dan berperan dalam upaya memecahkan permasalahan umat manusia, seolah-olah permasalahan ketersediaan pangan, kesehatan, krisis energi, dan lingkungan hidup .
  6. Memahami dampak dari perkembangan ilmu alam secara terpadu terhadap perkembangan teknologi dan kehidupan insan di masa lalu, masa kini maupun potensi dampaknya di masa depan bagi dirinya, orang lain, dan lingkungannya.
Silabus merupakan pola penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap materi kajian mata pelajaran, Silabus digunakan sebagai pola dalam pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran. 

Silabus ini disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Penyederhanaan format dimaksudkan biar penyajiannya lebih efisien, tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence) materi dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah diajarkan oleh guru (teachable); mudah dipelajari oleh siswa (learnable); terukur pencapainnya (measurable), dan bermakna untuk dipelajari (worth to learn) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan siswa

Silabus mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP/MTs ini disusun dengan format  dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Silabus ini bersifat fleksibel, kontekstual, dan menawarkan kesempatan kepada guru untuk membuatkan dan melakukan pembelajaran dengan mengakomodasi kearifan lokal.

Komponen silabus mencakup Kompetensi Dasar, Materi pembelajaran dan Contoh Kegiatan pembelajaran

Bagi sobat guru yang belum memiliki silabus mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VII, VIII & IX edisi terbaru edisi 29 - 01- 2017 kurikulum 2013 berikut ini kami sajikan untuk anda, silahkan sobat unduh pada link yang tersedia dibawah ini


Sumber https://roda-pendidikan.blogspot.com/
Sumber http://roda-pendidikan.blogspot.com

Selasa, 27 Desember 2016

Download Silabus Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas VII, VIII & IX Kurikulum 2013 Edisi Terbaru 2017

Salam Dapodik News. 
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) menjadi salah satu mata pelajaran di pendidikan dasar  (SD/MI dan SMP/MTs), sedangkan di jenjang pendidikan menengah (SMA/MA) IPS dikenal sebagai kelompok peminatan bahu-membahu dengan peminatan MIPA; Bahasa dan Budaya. IPS di pendidikan dasar khususnya SD, bersifat terpadu (integrated) alasannya ialah yakni itu pembelajarannya tematik. Pada kelas rendah (I, II dan III) IPS dipadukan dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, PPKn, dan Matematika; pada SD/MI kelas tinggi (Kelas IV, V, dan VI) menjadi mata pelajaran yang berdiri sendiri. Pada jenjang SMP/MTs, pembelajarannya bersifat terpadu-korelatif, secara materi konsep-konsep ilmu sosial dalam IPS belum terikat pada tema. Pada pendidikan menengah ialah SMA/MA IPS menjadi kelompok peminatan, yang di dalamnya terdiri atas mata pelajaran yang berdiri sendiri (monodisipliner) ialah Geografi, Sosiologi, Ekonomi, dan Sejarah Indonesia (termasuk Sejarah untuk kelompok peminatan Ilmu-ilmu Sosial di SMA/MA)

Pembelajaran IPS diorganisasikan dengan pendekatan interdisipliner, multidisipliner atau transdisipliner dari Ilmu-ilmu Sosial, Humaniora, dan Psikologi sesuai perkembangan penerima didik. Dalam kontek pembelajaran IPS, ruang dimaknai sebagai ruang kehidupan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pembelajaran IPS diharapkan dapat membuatkan rasa cinta terhadap tanah air, memperkokoh kesatuan dan persatuan NKRI. Adapun dalam konteks pembentukan insan Indonesia, pembelajaran IPS di SMP/MTs diharapkan dapat memberi pemahaman tentang lingkungan dan masyarakat dalam lingkup nasional dan internasional sehingga dapat membuatkan pengetahuan, sikap, berpikir logis, sistematis, kritis, analitis, dan berketerampilan sosial. Semua itu, pada akibatnya dapat meningkatkan pemahaman potensi wilayah Indonesia, juga membuatkan nasionalisme, memperkokoh sikap kebangsaan, dan bisa bekerja sama dalam masyarakat majemuk selaku warga masyarakat, warga negara dan warga dunia. 

Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap materi kajian mata pelajaran, Silabus digunakan sebagai acuan dalam pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran. 

Silabus Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) edisi januari 2017 ini merupakan hasil perbaikan dokumen sebelumnya (Lampiran Permendikbud Nomor 58 Tahun 2014). Perbaikan dilakukan atas dasar masukan publik (masyarakat sipil, asosiasi profesi, perguruan tinggi tinggi, dan sekolah) terhadap ide, dokumen, dan implementasi kurikulum yang diperoleh melalui monitoring dan evaluasi dari aneka macam media. Silabus perbaikan ini disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Penyederhanaan format dimaksudkan biar penyajiannya lebih efisien, tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence) materi dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah diajarkan oleh guru (teachable); mudah dipelajari oleh penerima didik (learnable); terukur pencapainnya (measurable), dan bermakna untuk dipelajari (worth to learn) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan penerima didik. 

Silabus ini bersifat fleksibel, kontekstual, dan menunjukkan kesempatan kepada guru untuk membuatkan dan melakukan pembelajaran, serta mengakomodasi keunggulankeunggulan lokal. Atas dasar prinsip tersebut, komponen silabus mencakup kompetensi dasar, materi pokok, alternatif pembelajaran dan penilaiannya. Uraian pembelajaran yang terdapat dalam silabus merupakan alternatif kegiatan yang dirancang berbasis aktivitas.

Pembelajaran tersebut merupakan alternatif dan inspiratif sehingga guru dapat membuatkan aneka macam model yang sesuai dengan karakteristik masing-masing mata  pelajaran. Dalam melakukan silabus ini, guru diharapkan bertindak kreatif dalam pengembangan materi, pengelolaan proses pembelajaran, penggunaan metode dan model pembelajaran, yang diubahsuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat serta tingkat perkembangan kemampuan penerima didik. 


Sumber https://roda-pendidikan.blogspot.com/
Sumber http://roda-pendidikan.blogspot.com

Sabtu, 24 Desember 2016

Download Silabus Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti SMP Kelas VII, VIII & IX Kurikulum 2013 Revisi 2017

Salam Dapodik News. 
Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti berfokus pada pembentukan huruf siswa menuju eksklusif yang luhur mulia (Junzi). Sebagaimana dikatakan Nabi Kongzi, bahwa mendidik berarti menumbuhkan sifat-sifat baik, dan menolong dari kekhilafan. 

Dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila, perlu menjadi sarana utama pembudayaan nilai-nilai pemersatu (perekat) bangsa. Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti tidak terbatas pada pengetahuan secara verbal saja, namun juga harus dilaksanakan melalui pembiasaan, refleksi, dan aktualisasi diri siswa dalam pembelajaran intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan pembudayaan nilai-nilai sopan santun atau huruf di sekolah. Proses pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti bukan sekedar menghafalkan informasi mengenai fakta, konsep, dan prinsip-prinsip agama saja, melainkan sebagai pemaknaan terhadap pengalaman siswa dalam kehidupan sehari-hari. Makna-makna yang diajarkan agama tersebut akan menjadi pengarah dan pengendali perilaku siswa sehari-hari.

Kompetensi, materi, dan pembelajaran Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti dikembangkan melalui pertimbangan kepentingan hidup bersama secara tenang dan harmonis (to live together in peace and harmony). Pembelajaran dilaksanakan berbasis kegiatan pada kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Penumbuhan dan pengembangan sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran, pembiasaan, keteladanan, dan pembudayaan untuk mengembangkan huruf siswa lebih lanjut. Sekolah sebagai taman yang menyenangkan untuk tumbuh berkembangnya pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa yang menempatkan pengetahuan sebagai perilaku (behavior), tidak hanya berupa hafalan atau verbal.

dimana Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, ialah menggunakan pendekatan ilmiah. Pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud meliputi mengamati, mengamati, menanya, menalar, mencoba, membentuk jejaring untuk semua mata pelajaran.

Pendekatan saintifik ini sangat sejalan dengan apa yang diajarkan Nabi Kongzi perihal pendekatan berguru sebagaimana tersurat dalam kitab Zhongyong Bab XIX pasal 19. “Banyak-banyaklah belajar; pandai-pandailah bertanya; hati-hatilah memikirkannya; dan sungguh-sungguhlah melaksanakannya.”
Banyak-banyaklah berguru (Mengamati) Pandai-pandailah bertanya (Menanya) Hati-hatilah memikirkannya (Menalar/eksplorasi) Jelas-jelaslah menguraikannya (Mengasosiasi) Sungguh-sungguhlah melaksanakannya (Mengomunikasikan)

Silabus ini disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Penyederhanaan format dimaksudkan supaya penyajiannya lebih efisien, tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence) bahan dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah diajarkan oleh guru (teachable); mudah dipelajari oleh siswa (learnable); terukur pencapaiannya (measurable), dan bermakna untuk dipelajari (worth to learn) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan siswa.

Silabus ini merupakan rujukan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran supaya siswa bisa mempraktikkan fatwa agama Khonghucu dengan melaksanakan pembiasaan, penghayatan, dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.

Silabus ini bersifat fleksibel, kontekstual, dan menawarkan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran, serta mengakomodasi keungulan-keunggulan lokal. Atas dasar prinsip tersebut, komponen silabus mencakup kompetensi dasar, bahan pembelajaran, dan penilaian. Uraian pembelajaran yang terdapat dalam silabus merupakan alternatif kegiatan yang dirancang berbasis aktivitas. Pembelajaran tersebut merupakan alternatif dan inspiratif sehingga guru dapat mengembangkan berbagai model yang sesuai dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran. Dalam melaksanakan silabus ini guru diharapkan kreatif dalam pengembangan materi, pengelolaan proses pembelajaran, penggunaan metode dan model pembelajaran, yang diadaptasi dengan situasi dan kondisi masyarakat serta tingkat perkembangan kemampuan siswa.

Sumber https://roda-pendidikan.blogspot.com/
Sumber http://roda-pendidikan.blogspot.com

Selasa, 20 Desember 2016

Download Silabus Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SMP Kelas VII, VIII & IX Kurikulum 2013 Revisi 2017

Salam Dapodik News. 
Pendidikan pada dasarnya merupakan tanggungjawab utama dan pertama orangtua, demikian pula dalam hal pendidikan doktrin anak. Pendidikan doktrin pertama-tama harus dimulai dan dilaksanakan di lingkungan keluarga, daerah dan lingkungan dimana anak mulai mengenal dan berbagi iman. Pendidikan doktrin yang dimulai dalam keluarga perlu dikembangkan lebih lanjut dalam kebersamaan dengan jemaat (Gereja), dengan derma pastor, katekis dan guru agama.

Melalui Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti siswa dibantu dan dibimbing biar semakin bisa memperteguh doktrin terhadap Tuhan sesuai fatwa Agama Kristen dengan tetap memperhatikan dan mengusahakan penghormatan terhadap agama dan kepercayaan lain. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan hubungan antar umat beragama yang harmonis dalam masyarakat Indonesia yang majemuk demi terwujudnya persatuan nasional.

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti bertujuan biar siswa memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap membangun hidup yang semakin beriman. Pengetahuan dimiliki melalui aktivitas-aktivitas: mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Keterampilan diperoleh melalui aktivitas-aktivitas: mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji dan mencipta. Sikap dibentuk melalui kemampuan: menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, dan mengamalkan.

Kompetensi Pendidikan Agama Kristen Dan Budi Pekerti di Sekolah Menengah Pertama, yaitu pada kelas VII hingga dengan kelas IX, siswa yang menyadari dan mensyukuri diri sebagai citra Allah, baik sebagai laki-laki atau perempuan, yang memiliki kemampuan dan keterbatasan, untuk berbagi diri melalui tugas keluarga, sekolah, teman, masyarakat dan Gereja dengan meneladani langsung Yesus Kristus, sehingga terpanggil untuk mengungkapkan imannya dalam kehidupan menggereja (melalui kebiasaan doa, perayaan sakramen dan terlibat secara aktif di dalam kehidupan menggereja); serta hidup bermasyarakat (melaksanakan hak dan kewajiban, sikap toleran, dan penghormatan terhadap martabat manusia)


Ruang lingkup Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti mencakup empat aspek yang memiliki keterkaitan satu dengan yang lain. Keempat aspek yang dibahas secara lebih mendalam sesuai tingkat kemampuan pemahaman siswa adalah:
  1. Pribadi siswa; Ruang lingkup ini membahas ihwal diri sebagai laki-laki atau perempuan yang memiliki kemampuan dan keterbatasan kelebihan dan kekurangan, yang dipanggil untuk membangun korelasi dengan sesama serta lingkungannya sesuai dengan Tradisi Katolik.
  2. Yesus Kristus; Ruang lingkup ini membahas ihwal langsung Yesus Kristus yang mewartakan Tuhan Bapa dan Kerajaan Allah, seolah-olah yang terungkap dalam Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, biar siswa berelasi dengan Yesus Kristus dan meneladaniNya.
  3. Gereja; Ruang lingkup ini membahas ihwal makna Gereja biar siswa bisa mewujudkan kehidupan menggereja.
  4. Masyarakat; Ruang lingkup ini membahas ihwal perwujudan doktrin dalam hidup bersama di tengah masyarakat sesuai dengan Tradisi Katolik.
Silabus ini disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Penyederhanaan format dimaksudkan biar penyajiannya lebih efisien, tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence) bahan dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah diajarkan oleh guru (teachable); mudah dipelajari oleh siswa (learnable); terukur pencapainnya (measurable), dan bermakna untuk dipelajari (worth to learn) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan siswa.

Silabus Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti merupakan pola bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran biar siswa memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang sesuai fatwa doktrin Katolik. Silabus ini bersifat fleksibel, kontekstual, dan memberikan kesempatan kepada guru untuk berbagi dan melaksanakan pembelajaran, serta mengakomodasi keungulan- keunggulan lokal. Atas dasar prinsip tersebut, komponen silabus mencakup kompetensi dasar, bahan pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran. 

Uraian pembelajaran yang terdapat dalam silabus merupakan alternatif kegiatan yang dirancang berbasis aktivitas. Pembelajaran tersebut merupakan alternatif dan inspiratif sehingga guru dapat berbagi aneka macam model yang sesuai dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran. Dalam melaksanakan silabus ini guru dibutuhkan kreatif dalam pengembangan materi, pengelolaan proses pembelajaran, penggunaan metode dan model pembelajaran, yang diadaptasi dengan situasi dan kondisi masyarakat serta tingkat perkembangan kemampuan siswa.


Sumber https://roda-pendidikan.blogspot.com/
Sumber http://roda-pendidikan.blogspot.com

Rabu, 14 Desember 2016

Download Silabus Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP/MTs Kelas VII, VII & IX Kurikulum 2013 Edisi Januari 2017

Salam Dapodik News. 
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti merupakan pendidikan yang ditujukan untuk dapat menserasikan, menselaraskan dan menyeimbangkan antara iman, Islam, dan ihsan yang diwujudkan dalam:
  • Membentuk insan Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Swt. serta berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur (Hubungan insan dengan Tuhan Swt.)
  • Menghargai, menghormati dan membuatkan potensi diri yang berlandaskan pada nilai-nilai keimanan dan ketakwaan (Hubungan insan dengan diri sendiri).
  • Menjaga kedamaian dan kerukunan relasi inter dan antar umat beragama serta menumbuhkembangkan etika mulia dan budi pekerti luhur (Hubungan insan dengan sesama).
  • Penyesuaian mental keislaman terhadap lingkungan fisik dan sosial (Hubungan insan dengan lingkungan alam).
Berdasarkan pada prinsip tersebut maka Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dikembangkan dengan memperhatikan nilai-nilai Islam rahmatan lilalamin yang mengedepankan prinsip-prinsip Islam yang humanis, toleran, demokratis, dan multikultural

Sebelum melaksanakan pembelajaran di sekolah terlebih dahulu guru harus memiliki Perencanaan pembelajaran, dimana Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada Standar Isi. Perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran dan penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian pembelajaran, dan skenario pembelajaran. Penyusunan Silabus dan RPP disesuaikan pendekatan pembelajaran yang digunakan dimana silabus merupakan pola penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap materi kajian mata pelajaran. 

Silabus untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti merupakan pola bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran semoga siswa bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan sehari-hari. Upaya peningkatan keimanana dan ketakwaan tersebut dilakukan dengan memperhatikan nilai-nilai Islam rahmatan lilalamin yang

Silabus Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti (PAI & BP)  disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Penyederhanaan format dimaksudkan semoga penyajiannya lebih efisien, tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence) materi dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah diajarkan oleh guru (teachable); mudah dipelajari oleh siswa (learnable); terukur pencapainnya (measurable), dan bermakna untuk dipelajari (worth to learn) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan siswa.
Adapun ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pada Sekolah Dasar meliputi:
a. Al-Quran dan Hadis 
b. Keimanan
c. Akhlak 
d. Fiqh
e. Sejarah Peradaban Islam

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan saintifik (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan). Di samping itu, pembelajaran juga dapat dilakukan dengan banyak sekali macam model dan pendekatan sesuai dengan karakteristik materi yang dibelajarkan dan kompetensi yang akan dicapai. pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dapat dilaksanakan dengan menggunakan banyak sekali metode dan strategi yang sempurna dengan tetap memperhatikan nilai-nilai agama.

Bagi sahabat guru yang belum memiliki silabus mata pelajaran PAI & BP edisi terbaru 29 - 01- 2017kurikulum 2013 berikut ini kami sajikan untuk anda silahkan sahabat unduh pada link yang tersedia dibawah ini

Sumber https://roda-pendidikan.blogspot.com/
Sumber http://roda-pendidikan.blogspot.com

Senin, 12 Desember 2016

Download Silabus Seni Budaya SMP Kelas VII, VIII & IX Kurikulum 2013 Revisi 2017

Salam Dapodik News. 
Seni Budaya berperan penting dalam perkembangan dan kebutuhan siswa alasannya yaitu keunikan, kebermaknaan, dan kebermanfaatannya. Pembelajaran Seni Budaya dilakukan dengan memberikan pengalaman estetik yang mencakup konsepsi, apresiasi, kreasi dan koneksi. Keempat hal tersebut selaras dengan Kompetensi Inti yang ada pada Kurikulum 2013.

Mata pelajaran Seni Budaya memiliki sifat multilingual, multidimensional, dan multikultural. Multilingual bermakna pengembangan kemampuan mengekspresikan diri secara kreatif dengan banyak sekali cara dan media seolah-olah bahasa rupa, bunyi, gerak, tugas dan banyak sekali keterpaduannya. Multidimensional bermakna pengembangan beragam kompetensi meliputi konsepsi (pengetahuan, pemahaman, analisis, evaluasi), apresiasi, dan kreasi dengan cara memadukan secara harmonis unsur estetika, logika, kinestetika, dan etika. Sifat multikultural mengandung makna pendidikan seni menumbuhkembangkan kesadaran dan kemampuan apresiasi terhadap beragam seni budaya. Hal ini merupakan wujud pembentukan sikap demokratis yang memungkinkan seseorang hidup secara beradab serta toleran dalam masyarakat dan budaya yang majemuk.

Di sekolah menengah mata pelajaran Seni Budaya memiliki kekhasan tersendiri sesuai dengan kaidah keilmuan masing-masing yaitu bidang seni rupa, musik, tari, dan teater. Dalam seni budaya, kegiatan berkesenian harus menampung kekhasan tersebut, sehingga sekolah wajib melaksanakan minimal dua aspek seni yang dapat diubahsuaikan dengan minat siswa, kondisi sekolah dan budaya masyarakatnya.

Silabus Seni Budaya merupakan pola bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran biar siswa bisa memiliki pengetahuan apresiasi dan kreasi melalui berkarya seni rupa, musik, tari dan teater. Selain itu juga harus memperhatikan prinsip keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum, mudah diajarkan oleh guru (teachable), mudah dipelajari oleh siswa (learnable); terukur pencapainnya (measurable); dan bermakna untuk dipelajari (worth to learn) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan siswa.

Silabus Seni Budaya bersifat fleksibel, kontekstual, dan memberikan kesempatan kepada guru untuk membuatkan dan melaksanakan pembelajaran, serta mengakomodasi keungulan- keunggulan local. Uraian pembelajaran yang terdapat dalam silabus merupakan alternatif kegiatan yang dirancang berbasis aktivitas. Pembelajaran tersebut merupakan alternatif dan inspiratif sehingga guru dapat membuatkan banyak sekali model yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. Dalam melaksanakan silabus ini guru dibutuhkan kreatif dalam pengembangan materi, pengelolaan proses pembelajaran, penggunaan metode dan model pembelajaran, yang diubahsuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat serta tingkat perkembangan kemampuan siswa.

Ruang Lingkup bahan Mata pelajaran Seni Budaya meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
  1. Seni rupa, mencakup kemampuan konsepsi, apresiasi dan berkreasi karya seni rupa dua dan tiga dimensi
  2. Seni musik, mencakup kemampuan untuk konsepsi, apresiasi dan berkreasi karya seni vokal dan instrumen
  3. Seni tari, mencakup kemampuan untuk konsepsi, apresiasi dan berkreasi karya seni tari tradisi dan kreasi
  4. Seni teater, mencakup kemampuan untuk konsepsi, apresiasi dan berkreasi karya seni peran
Dari ke-4 aspek mata pelajaran Seni Budaya yang tersedia, sekolah wajib melaksanakan minimal dua aspek seni yang dapat diubahsuaikan dengan minat siswa, kondisi sekolah (ketersediaan guru serta sarana dan prasarana) dan budaya masyarakatnya. Guru pengampu mata pelajaran seni budaya yaitu guru profesional sesuai latar belakang pendidikan seninya. Teknis pelaksanaan diserahkan kepada satuan pendidikan masing- masing.
Download Silabus Seni Budaya SMP Kelas VII, VIII & IX Kurikulum 2013 Revisi 2017

Sumber https://roda-pendidikan.blogspot.com/
Sumber http://roda-pendidikan.blogspot.com

Jumat, 09 Desember 2016

Download Silabus PPKn SMP/MTs Kelas VII, VIII & IX Kurikulum 2013 Edisi Januari 2017

Salam Dapodik News. 
Mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) memiliki visi dan misi menyebarkan siswa menjadi warga negara yang baik yang memiliki rasa pujian terhadap Negara Indonesia, cinta tanah air, jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi di lingkungan rumah, sekolah, dan sekitarnya serta berbangsa dan bernegara. 

Pembelajaran PPKn dirancang sebagai wahana untuk menyebarkan keterampilan masa ke-21 (The 21st Century Skills) biar para guru PPKn menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola dan menyebarkan pembelajarannya. 

dimana Kompetensi Dasar PPKn disusun sesuai dengan Kompetensi Inti tiap kelas. Kompetensi inti dirancang seiring dengan meningkatnya usia siswa pada kelas tertentu. Melalui kompetensi inti, integrasi vertikal banyak sekali KD pada kelas yang berbeda dapat dijaga. Rumusan kompetensi inti menggunakan notasi antara lain ialah sebagai berikut:
  1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual;
  2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial;
  3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan; dan
  4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan 
Untuk Rumusan Kompetensi Dasar ini dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik siswa, kemampuan awal, dan ciri khas mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. 

Pengorganisasian ruang lingkup materi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dikembangkan sesuai dengan prinsip mendalam dan meluas, mulai dari jenjang SD/MI hingga dengan jenjang SMA/MA/SMK/MAK. 

Kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah disusun dengan ruang lingkup sebagai berikut: 
  1. Pancasila, sebagai dasar negara, ideologi nasional, dan pandangan hidup bangsa. 
  2. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai hukum dasar  tertulis yang menjadi landasan konstitusional kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 
  3. Bhinneka Tunggal Ika, sebagai wujud filosofi kesatuan dalam keberagaman yang melandasi dan mewarnai harmoni kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 
  4. Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagai komitmen akibat bentuk negara Republik Indonesia. 
Sebelum melakukan pembelajaran dikelas terlebih dahulu guru harus memiliki Perencanaan pembelajaran dimana Perencanaan pembelajaran  dirancang dalam bentuk Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada Standar Isi. 

dimana perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran dan penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian pembelajaran, dan skenario pembelajaran. Penyusunan Silabus dan RPP diadaptasi pendekatan pembelajaran yang digunakan. Silabus merupakan referensi penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap materi kajian mata pelajaran

Silabus untuk mata pelajaran PPKn di SMP/MTs disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana biar mudah dipahami dan dilaksanakan guru dengan tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence) materi dan kompetensinya. Prinsip penyusunan silabus antara lain mudah diajarkan/dikelola oleh guru (teachable); mudah dipelajari oleh siswa (learnable); terukur pencapaiannya (measurable assessable), dan bermakna untuk dipelajari (worth to learn) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan siswa. 

Kegiatan pembelajaran pada silabus PPKn  dapat diadaptasi dan diperkaya dengan konteks daerah/sekolah dan konteks global untuk mencapai kualitas optimal hasil mencar ilmu siswa. Kontekstualisasi pembelajaran tersebut biar siswa tetap berada pada budayanya, mengenal dan mencintai alam serta sosial di sekitarnya, dan dengan perspektif global sekaligus menjadi pewaris bangsa, sehingga akan menjadi generasi tangguh dan berbudaya Indonesia. 

Dalam konteks pembelajaran PPKn, lingkungan (alam, sosial, budaya, dan spiritual) merupakan kelas global yang terbuka (open global classroom) yang berfungsi sebagai sumber belajar. Oleh alasannya itu guru PPKn harus selalu berupaya untuk memanfaatkan lingkungan dalam rangka memberikan pengalaman mencar ilmu (learning experience) siswa dengan memberikan peran mencar ilmu (learning task) yang digali dari lingkungan mencar ilmu dengan prinsip semakin meluas, misalnya: karyawisata/studiwisata, dan proyek mencar ilmu kewarganegaraan.

Bagi sahabat guru yang belum memiliki silabus mata pelajaran PPKn Kelas VII, VIII & IX edisi terbaru 29 - 01- 2017 kurikulum 2013 berikut ini kami sajikan untuk anda, silahkan sahabat unduh pada link yang tersedia dibawah ini

Download Silabus PPKn SMP/MTs Kelas VII, VII & IX Kurikulum 2013 Edisi Januari 2017 disini

Sumber https://roda-pendidikan.blogspot.com/
Sumber http://roda-pendidikan.blogspot.com

Rabu, 07 Desember 2016

Download Silabus Matematika Kelas VII, VIII & IX Kurikulum 2013 Edisi Terbaru 2017

Salam Dapodik News. 
Silabus merupakan contoh bagi guru dalam merancang dan melaksanakan aktivitas pembelajaran biar siswa memiliki kecakapan atau kemahiran matematika sebagai serpihan dari kecakapan hidup yang harus dimiliki siswa

Silabus mata pelajaran Matematika SMP/MTs disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru

Pengembangan kompetensi matematika diarahkan untuk meningkatkan kecakapan hidup (life skill), terutama dalam membangun penalaran, komunikasi, dan pemecahan problem (problem solving). Selain itu, pengembangan kompetensi matematika juga menekankan kemahiran atau keterampilan menggunakan perangkat teknologi untuk melaksanakan perhitungan teknis (komputasi) dan penyajian dalam bentuk gambar dan grafik (visualisasi), yang penting untuk mendukung keterampilan lainnya yang bersifat keterampilan lintas disiplin ilmu dan keterampilan yang bersifat nonkognitif serta pengembangan nilai, norma dan etika (soft skill).

Pembelajaran Matematika menggunakan pendekatan saintifik yang dapat diperkuat dengan model-model pembelajaran, antara lain: Model Pembelajaran Kooperatif; Pembelajaran Kontekstual; Model Discovery Learning; Project-Based Learning; dan Problem-Based Learning.

Dimana pendekatan saintifik diubahsuaikan dengan materi yang ada pada mata pelajaran matematika untuk membuatkan pengetahuan, kemampuan berpikir, dan keterampilan melalui interaksi pribadi dengan sumber mencar ilmu yang dirancang dalam silabus dan RPP. 

Dalam pembelajaran, siswa melaksanakan aktivitas mencar ilmu mengamati kejadian, peristiwa, situasi, pola, fenomena yang terkait dengan matematika dan mulai dikenalkan pemodelan matematika dalam berbagai bentuk; menanya atau mempertanyakan mengapa atau bagaimana fenomena bisa terjadi; mengumpulkan atau menggali informasi melalui mencoba, percobaan, mengkaji, mendiskusikan untuk mendalami konsep yang terkait dengan fenomena tersebut; serta melaksanakan asosiasi atau menganalisis secara kritis dalam menjelaskan keterkaitan antar konsep dan menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur/algoritma yang sesuai, menyusun kebijaksanaan sehat dan generalisasi, dan mengkomunikasikan apa yang sudah ditemukannya dalam aktivitas analisis.

Dalam pembelajaran matematika hal yang perlu ditekankan.
  1. Aktivitas mencar ilmu di bawah bimbingan guru maupun berdikari dengan menggunakan konsep dan prosedur secara benar dan sistematis dengan mementingkan pemahaman daripada hanya mengingat prosedur.
  2. Melatih kemampuan berpikir untuk membuat generalisasi dari fakta, data, fenomena yang ada.
  3. Melatih keterampilan melaksanakan manipulasi matematika untuk menyelesaikan masalah.
  4. Melatih keterampilan kebijaksanaan sehat matematika. e. Pembelajaran berbasis pemecahan masalah.
Kegiatan pembelajaran pada silabus mata pelajaran Matematika dapat diperkaya sesuai dengan sumber daya yang ada di daerah/sekolah dan siswa

Pembelajaran harus sesuai dengan perkembangan teknologi, maka dalam pembelajaran seyogianya juga dapat menggunakan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sarana, sumber belajar, maupun alat pembelajaran.

Pemanfaatan buku teks pelajaran tetap dibutuhkan untuk merangsang minat baca dan meningkatkan kreativitas siswa. Terkait dengan revisi kurikulum penggunaan buku teks yang sudah tersedia dapat digunakan dengan menyesuaikan urutan dan kalau perlu tambahan materi, guru dapat membuat suplemen. Lembar kerja (LKS) sedapat mungkin disusun oleh guru dengan memberi peluang kreativitas siswa terlibat dalam merancang prosedur kegiatan

Sebelum melaksanakan pembelajaran dikelas terlebih dahulu guru harus memiliki Perencanaan pembelajaran dimana Perencanaan pembelajaran  dirancang dalam bentuk Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada Standar Isi. 

Perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran dan penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian pembelajaran, dan skenario pembelajaran. Penyusunan Silabus dan RPP diubahsuaikan pendekatan pembelajaran yang digunakan. Silabus merupakan contoh penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap materi kajian mata pelajaran

Bagi sahabat guru yang belum memiliki silabus mata pelajaran Matematika Kelas VII, VIII & IX edisi terbaru edisi 29 - 01- 2017 kurikulum 2013 berikut ini kami sajikan untuk anda, silahkan sahabat unduh pada link yang tersedia dibawah ini
Download Silabus Matematika Kelas VII, VIII & IX Kurikulum 2013 Edisi Terbaru 2017

Sumber https://roda-pendidikan.blogspot.com/
Sumber http://roda-pendidikan.blogspot.com

Senin, 05 Desember 2016

Download Silabus Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas VII, VIII & IX Kurikulum 2013 Edisi Terbaru 2017

Salam Dapodik News. 
Pembelajaran ialah proses interaksi antar penerima didik, antara penerima didik dengan guru dan sumber mencar ilmu pada suatu lingkungan belajar. Dalam proses pembelajaran, guru memiliki tugas yang sangat penting dalam memperlihatkan materi pelajaran

Keberhasilan proses pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di samping dipengaruhi oleh keaktifan penerima didik dalam proses pembelajaran, sarana dan prasarana yang mendukung, juga dipengaruhi oleh kompetensi dan profesionalisme guru dalam mengajar. Guru yang profesional dituntut untuk bisa menerapkan dan melakukan proses pembelajaran dengan baik, sesuai dengan Kurikulum 2013. Dalam proses pembelajaran, guru memiliki tugas penting, bahkan menempati posisi kunci berhasil atau tidaknya proses pembelajaran tersebut. Adapun tugas guru dalam pembelajaran, ialah sebagai pengajar, pendidik, pembimbing, pelatih, penasehat, pembaharu, teladan, pribadi, pendorong kreativitas, pembangkit pandangan, pekerja rutin, pembawa cerita, peneliti, aktor, emansipator, inovator, motivator dan dinamisator, mediator, fasilitator, evaluator, dan penguat
Kerangka Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti mengacu pada berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58 Tahun 2014 wacana Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah. Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti yang tertuang dalam Kompetensi Inti 3 (KI-3) harus diimplementasikan dalam kompetensi Inti 4 (KI4) diubahsuaikan dengan materi pembelajaran yang diajarkan di setiap jenjang sesuai dengan silabus Kurikulum 2013.

Dalam Pendidikan Agama Hindu, taktik pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi wacana rangkaian agenda yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang mengacu pada Standar Isi. Perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan RPP, penyiapan media, dan sumber belajar, perangkat penilaian pembelajaran meliputi penilaian otentik penilaian diri penilaian berbasis portofolio, ulangan harian, ulangan tengah semester dan ulangan selesai semester serta ujian tingkat kompetensi. Penyusunan Silabus dan RPP diubahsuaikan dengan pendekatan pembelajaran yang digunakan.

Silabus merupakan pola penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap materi kajian mata pelajaran, Silabus digunakan sebagai pola dalam pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran. 

Silabus ini disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Penyederhanaan format dimaksudkan agar penyajiannya lebih efisien, tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence) materi dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah diajarkan oleh guru (teachable); mudah dipelajari oleh siswa (learnable); terukur pencapainnya (measurable), dan bermakna untuk dipelajari (worth to learn) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan siswa

Bagi sahabat guru yang belum memiliki silabus mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas VII, VIII & IX edisi terbaru edisi 29 - 01- 2017 kurikulum 2013 berikut ini kami sajikan untuk anda, silahkan sahabat unduh pada link yang tersedia dibawah ini

Download Silabus Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas VII, VIII & IX Kurikulum 2013 Edisi Terbaru 2017

Sumber https://roda-pendidikan.blogspot.com/
Sumber http://roda-pendidikan.blogspot.com

Sabtu, 03 Desember 2016

Download Silabus Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas VII, VIII & IX Kurikulum 2013 Edisi Terbaru 2017

Salam Dapodik News. 
Dalam pendidikan agama Buddha, pendidikan diartikan suatu hal yang dilatih untuk menghasilkan kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan sesuai dengan aliran agama Buddha. Dalam melaksanakan pendidikan pasti memiliki tujuan, baik tujuan dalam menjalankan hidup maupun tujuan dari pendidikan agama Buddha itu sendiri.

Pendidikan dalam agama Buddha didasarkan pada empat kebenaran mulia (cattāriariya saccāni), ialah mengidentifikasi adanya dukkha, sebab dukkha, terhentinya dukkha, dan jalan terhentinya dukkha. Dari rumusan ini Buddha menawarkan petunjuk bagaimana sebaiknya mengatasi duduk perkara secara sistematis. Mengatasi duduk perkara secara sistematis menawarkan ada suatu nilai pendidikan, ialah dari mengidentifikasiadanya penderitaan, asal penderitaan,terhentinya penderitaan dapat dihasilkan pengalaman mengatasi penderitaan. 

Pengalaman mengatasi penderitaan ini, bisa diartikan sebagai ilmu atau pengalaman gres dari proses pembelajaran mengatasi penderitaan. Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti dilakukan dalam rangka mencapai kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan. 

Sikap spiritual dan sikap sosial dikembangkan melalui kegiatan pembelajaran pribadi (direct teaching) maupun tidak pribadi (indirect teaching). 

Silabus Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti  merupakan contoh bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran semoga siswa bisa memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai dengan aliran Buddha. Silabus ini disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Penyederhanaan format dimaksudkan semoga penyajiannya lebih efisien, tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence) bahan dan kompetensinya. 

Penyusunan silabus Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti dilakukan dengan prinsip keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah diajarkan oleh guru (teachable); mudah dipelajari oleh siswa (learnable); terukur pencapainnya (measurable), dan bermakna untuk dipelajari (worth to be learned) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan siswa. 

Silabus ini bersifat fleksibel, kontekstual, dan menawarkan kesempatan kepada guru untuk menyebarkan dan melaksanakan pembelajaran, serta mengakomodasi keunggulan-keunggulan lokal. Atas dasar prinsip tersebut, komponen silabus mencakup kompetensi dasar, bahan pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran. 

Uraian pembelajaran yang terdapat dalam silabus merupakan alternatif kegiatan yang dirancang berbasis aktivitas. Pembelajaran tersebut merupakan alternatif dan inspiratif sehingga guru dapat menyebarkan banyak sekali model yang sesuai dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran. Dalam melaksanakan silabus ini guru diperlukan kreatif dalam pengembangan materi, pengelolaan proses pembelajaran, penggunaan metode dan model pembelajaran, yang diadaptasi dengan situasi dan kondisi masyarakat serta tingkat perkembangan kemampuan siswa.

Bagi teman guru yang belum memiliki silabus mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas VII, VIII & IX edisi terbaru edisi 29 - 01- 2017 kurikulum 2013 berikut ini kami sajikan untuk anda, silahkan teman unduh pada link yang tersedia dibawah ini

Download Silabus Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas VII, VIII & IX Kurikulum 2013 Edisi Terbaru 2017

Sumber https://roda-pendidikan.blogspot.com/
Sumber http://roda-pendidikan.blogspot.com

Kamis, 01 Desember 2016

Download Silabus Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas VII, VIII & IX Kurikulum 2013 Edisi Terbaru 2017

Salam Dapodik News. 
Pada hakikatnya pengembangan Kurikulum 2013 adalah upaya yang dilakukan melalui salah satu elemen pendidikan, adalah kurikulum untuk memperbaiki kualitas hidup dan kondisi sosial bangsa Indonesia secara lebih luas. Jadi, pengembangan kurikulum 2013 tidak hanya berkaitan dengan persoalan kualitas pendidikan saja, melainkan kualitas kehidupan bangsa Indonesia secara umum.

Di bidang Pendidikan Agama Nasrani (PAK), perubahan ini sejalan dengan arah perubahan Pendidikan Agama Nasrani yang bersifat dogmatis indoktrinatif menjadi Pendidikan Agama Nasrani yang membebaskan siswa untuk menyebarkan kreativitas berpikir, kemerdekaan dalam bersikap dan bertindak sesuai dengan isi anutan iman kristiani.Dengan demikian, mengasah kecerdasan siswa, antara lain dalam memperteguh iman kepada Tuhan Allah, mempunyai kedamaian batin, memiliki kecerdikan pekerti luhur, menghormati serta menghargai semua insan dengan segala persamaan dan perbedaannya termasuk sikap setuju untuk tidak setuju.

Perubahan mencolok yang terjadi dalam isi kurikulum Pendidikan Agama Nasrani adalah isi kurikulum yang bersifat holistik dari KI-1 hingga dengan KI-4 dimana membentuk siswa sebagai insan utuh yang tidak terpilah-pilah dalam tiap ranah (kognitif, sikap dan ketrampilan). Perubahan lainnya adalah isi kurikulum dan pembelajaran yang bersifat dogmatis indoktrinatif bermetamorfosis “life center” dan membebaskan atau memerdekakan siswa untuk menyebarkan kemerdekaan berpikir serta bereksplorasi. Pada kurikulum ini rumusan KI-1 dan KI-2 membentuk siswa secara utuh sebagai insan terdidik bukan hanya dari segi pengetahuan namun nampak melalui sikap terhadap sesame dan Tuhan

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 wacana pendidikan agama dan pendidikan keagamaan, disebutkan bahwa: pendidikan agama berfungsi membentuk insan Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia dan bisa menjaga kedamaian dan kerukunan korelasi inter dan antar umat beragama (Pasal 2 ayat 1). Selanjutnya disebutkan bahwa pendidikan agama bertujuan menyebarkan kemampuan siswa dalam memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai agama yang menyerasikan penguasaannya dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (Pasal 2 ayat 2).

Isi kurikulum pada Jenjang SMP merupakan kombinasi dari doktrin dan aplikasinya dalam kehidupan. Isi kurikulum di SMP merupakan pendalaman dari pembahasan yang sudah dimulai pada jenjang SD. Benang merah kurikulum SD dan SMP faktual dalam pembahasan ulang topik-topik yang sudah ada tetapi dikembangkan secara substansial dan lebih mendalam lagi sesuai dengan perkembangan usia serta kebutuhan siswa.

dimana endidikan Agama Nasrani (PAK) di sekolah disajikan dalam dua ruang lingkup, adalah Yang Mahakuasa Tritunggal dan karya- Nya, dan Nilai-nilai kristiani. Pengertian Yang Mahakuasa Tri Tunggal adalah Yang Mahakuasa sebagai Pencipta, pemelihara, pembebas melalui Yesus Kristus dan Pembaharu melalui Roh Kudus. Secara holistik, pengembangan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pendidikan Agama Nasrani pada pendidikan Dasar dan Menengah mengacu pada iktikad wacana Yang Mahakuasa dan karya-Nya. Pemahaman terhadap Yang Mahakuasa dan karya-Nya harus tampak dalam nilai-nilai kristiani yang dapat dilihat dalam kehidupan keseharian siswa. Inilah dua ruang lingkup yang ada dalam seluruh materi pembelajaran Pendidikan Agama Nasrani dari SD hingga SMA/SMK. 

Dalam kurikulum Pendidikan Agama Nasrani 2013, rumusan Kompetensi Dasar diupayakan menghantar siswa untuk memahami nilai-nilai agama yang bersentuhan dengan realitas kehidupan. Berbagai informasi kontemporer yang dihadapi oleh masyarakat masa kini, maupun oleh anak- anak dan cukup umur dibahas dari sisi anutan Alkitab. Nilai-nilai agama yang lahir dari anutan iman Nasrani berperan sebagai cahaya yang menerangi setiap sudut kehidup an.Berdasarkankerangka pikir tersebut, maka pembelajaran Pendidikan Agama Nasrani di sekolah diperlukan bisa menghasilkan sebuah proses transformasi pengetahuan, nilai dan sikap.

Ada dua pendekatan pembelajaran adalah pendekatan yang berpusat pada guru dan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pendekatan yang berpusat pada guru (teacher centered) dimana guru cenderung mendominasi proses pembelajaran sedangkan siswa lebih pasif. Pendekatan yang berpusat pada siswa (student centered) cenderung memberi ruang yang seluas-luasnya pada siswa untuk menyebarkan kemerdekaan berpikir dan kreativitasnya. Dalam Kurikulum 2013 pendekatan yang dianjurkan adalah pendekatan yang berpusat pada siswa.

Silabus merupakan rujukan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap materi kajian mata pelajaran, Silabus digunakan sebagai rujukan dalam pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran.

Silabus ini disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Penyederhanaan format dimaksudkan biar penyajiannya lebih efisien, tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence) materi dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah diajarkan oleh guru (teachable); mudah dipelajari oleh siswa (learnable); terukur pencapainnya (measurable), dan bermakna untuk dipelajari (worth to learn) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan siswa

Bagi sobat guru yang belum memiliki silabus mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas VII, VIII & IX edisi terbaru edisi 29 - 01- 2017 kurikulum 2013 berikut ini kami sajikan untuk anda, silahkan sobat unduh pada link yang tersedia dibawah ini

Download Silabus Pendidikan Agama Nasrani dan Budi Pekerti Kelas VII, VIII & IX Kurikulum 2013 Edisi Terbaru 2017

Sumber https://roda-pendidikan.blogspot.com/
Sumber http://roda-pendidikan.blogspot.com

Selasa, 29 November 2016

Download Silabus IPA Kelas VII, VIII & IX Kurikulum 2013 Edisi Terbaru 2017

Salam Dapodik News. 
Ilmu Pengetahuan Alam atau sains ialah upaya sistematis untuk menciptakan, membangun, dan mengorganisasikan pengetahuan tentang gejala alam. Upaya ini berawal dari sifat dasar insan yang penuh dengan rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu ini kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan dalam rangka mencari penjelasan yang paling sederhana namun akurat dan konsisten untuk menjelaskan dan memprediksi gejala-gejala alam. 

Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dibelajarkan semenjak SD/MI sampai SMA/MA. Pada jenjang SD/MI Kelas I, II, dan III (kelas rendah) muatan sains diintegrasikan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, sedangkan di Kelas IV, V, dan VI (kelas tinggi) Ilmu Pengetahuan Alam menjadi mata pelajaran yang berdiri sendiri tetapi pembelajarannya menerapkan pembelajaran tematik terpadu. Mata pelajaran

Ilmu Pengetahuan Alam di SMP/MTs menerapkan pembelajaran sains terpadu. Di tingkat SMA/MA Ilmu Pengetahuan Alam disajikan sebagai mata pelajaran yang spesifik yang terbagi dalam mata pelajaran Fisika, Kimia, dan Biologi.

Kurikulum 2013 membuatkan dua proses pembelajaran yaitu proses pembelajaran pribadi dan proses pembelajaran tidak langsung. Proses pembelajaran pribadi ialah proses pembelajaran yang membuatkan pengetahuan, kemampuan berpikir dan keterampilan psikomotorik siswa melalui interaksi pribadi dengan sumber berguru yang dirancang dalam silabus dan RPP berupa pembelajaran berbasis aktivitas. Karakteristik pembelajaran berbasis acara meliputi:
  • Interaktif dan inspiratif;
  • Menyenangkan, menantang, dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif.
  • Kontekstual dan kolaboratif.
  • Memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian siswa.
  • Sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa.
Kerangka pengembangan Kompetensi Dasar (KD) Ilmu Alam mengacu pada Kompetensi Inti (KI) sebagai unsur pengorganisasi KD secara vertikal dan horizontal. Organisasi vertikal KD berupa keterkaitan KD antar-kelas harus memenuhi prinsip belajar, yaitu terjadi suatu akumulasi yang berkesinambungan antar-kompetensi. Organisasi horizontal berupa keterkaitan antara KD suatu mata pelajaran dengan KD mata pelajaran lain dalam tingkat kelas yang sama sehingga terjadi proses saling memperkuat dan memperkaya. Semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai KI

Perumusan Kompetensi Dasar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam pada SMP/ MTs, selain menggunakan Kompetensi IPA secara umum, juga menggunakan pertimbangan kompetensi yang dapat dicapai siswa setelah berguru Ilmu Pangetahuan Alam. Kompetensi tersebut adalah:
  1. Menjalani kehidupan dengan sikap positif, jujur dan terbuka; dengan daya pikir kritis, kreatif, dan inovatif; serta berkolaborasi, berdasarkan hakekat ilmu alam
  2. Memahami fenomena alam di sekitarnya, berdasarkan hasil pembelajaran ilmu alam secara terpadu melalui bidang-bidang spesifiknya yaitu Fisika, Kimia dan Biologi
  3. Mengevaluasi produk pemikiran yang ada di tengah masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip ilmu alam dan etika
  4. Menyelesaikan problem dan mengambil keputusan dalam kehidupan berdasarkan prinsip-prinsip ilmiah dan etika
  5. Mengenali dan berperan dalam upaya memecahkan permasalahan umat manusia, seolah-olah permasalahan ketersediaan pangan, kesehatan, krisis energi, dan lingkungan hidup .
  6. Memahami dampak dari perkembangan ilmu alam secara terpadu terhadap perkembangan teknologi dan kehidupan insan di masa lalu, masa kini maupun potensi dampaknya di masa depan bagi dirinya, orang lain, dan lingkungannya.
Silabus merupakan contoh penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap materi kajian mata pelajaran, Silabus digunakan sebagai contoh dalam pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran. 

Silabus ini disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Penyederhanaan format dimaksudkan biar penyajiannya lebih efisien, tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence) materi dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah diajarkan oleh guru (teachable); mudah dipelajari oleh siswa (learnable); terukur pencapainnya (measurable), dan bermakna untuk dipelajari (worth to learn) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan siswa

Silabus mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP/MTs ini disusun dengan format  dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Silabus ini bersifat fleksibel, kontekstual, dan menyampaikan kesempatan kepada guru untuk membuatkan dan melakukan pembelajaran dengan mengakomodasi kearifan lokal.

Komponen silabus mencakup Kompetensi Dasar, Materi pembelajaran dan Contoh Kegiatan pembelajaran

Bagi sahabat guru yang belum memiliki silabus mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VII, VIII & IX edisi terbaru edisi 29 - 01- 2017 kurikulum 2013 berikut ini kami sajikan untuk anda, silahkan sahabat unduh pada link yang tersedia dibawah ini


Sumber https://roda-pendidikan.blogspot.com/
Sumber http://roda-pendidikan.blogspot.com